| Tauco Custom (TC) identik dengan finishing amburadul. Namun di V-ixion milik Iswantoro Adi ini, 7900tampilan yang disuguhkan begitu detail. Berlebihan? Rasanya tidak. Karena jika diperhatikan mulai bagian besar sampai kecil, ditemukan kesempurnaan pada sisi detail.
Suatu hal yang sebenarnya rada susah jika menggunakan material pelat dalam pembuatan bodi. Tak hanya itu, sejumlah inovasi baru juga dilakukan dalam proses pembuatannya. 
Pertama, perhatikan tangki. Pada motor sport, tentunya punya peranan penting."Dibuat dengan tingkat kesulitan tinggi. Di samping ada semacam airscoop. Sulit karena itu merupakan satu kesatuan dengan tangki, bukan tempelan," bangga Topo Goedhel Atmodjo, juragan TC yang menciptakan model ini.
Kesulitannya saat menyeimbangkan antara bagian kiri dan kanan. "Kalau lepasan sih gampang, tapi ini kan enggak," katanya lagi.
Material yang digunakan tetap pelat galvanis 0.8 mm. Agar semakin memperlihatkan keseriusan dalam menggarap sisi detail, bagian ini diberi cat dengan teknik gradasi.
 Jurus baru lainnya dalam pembuatan buritan. Kalau selama ini knalpot hanya sebagai tambahan atau lepas dari bodi, kali ini saluran buang tadi merupakan bagian dari bodi. "Knalpot dibuat sebelum pembuatan bodi total. Beda dengan cara selama ini," kata modifikator yang lagi keranjingan Facebook ini.
Karena itulah, knalpot kemudian diberi semacam cover yang desainnya mengikuti bodi. "Jadi antara knalpot, cover dan behel mempunyai harmonisasi dalam segi desain," cuapnya modifikator nyentrik itu lagi.
Di bagian ini juga diperlihatkan bahwa konsep Aprilia Shiver 750 jadi acuan modifikasi. Lewat sejumlah inovasi dan detail yang rapi seperti ini, wajar kalau sekarang Iswantoro Adi si empunya motor pede bawa motor ini gaul ke cafe berkelas.
Lebih pede karena dari segi tampilan tidak kalah dengan Aprilia. "Hanya beda di mesin dan deltabox dari Shiver," jelas Adi yang warga Kedoya, Jakarta Barat ini sambil tersenyum puas.
GIR TIGER
Yamah V-ixion pakai gir standar ukuran 428. Jika masih dipertahankan jadi tidak harmonis lagi setelah aplikasi pelek dan ban besar. "Karena itu harus diganti gir yang juga besar. Pilihannya pakai punya Tiger yang ukuran 520," kata Topo yang merasa paling gaul sedunia itu.
Menurutnya, gir Tiger ini paling sip disandingkan dengan pelek Mito yang punya lebar 3,5 inci. Jadi lebih lebih harmonis, gir ini juga diberi cat sewarna bodi, merah. "Walau variasinya ada, upaya ini dirasa lebih menantang kreativitas," lanjut builder dari Jakarta Selatan ini.
Langkah serupa juga dilakukan pada bagian tengah disc depan dan belakang. Perhatian pada hal kecil, ini pas disebut superdetail.
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 120/60-17 Ban belakang : Battlax 150/70-17 Sok belakang : Suzuki Satria FU 150 Spidometer : Koso RX2 Knalpot : Custom TC TC : 0856-9156-7900
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar