| Ini dia The Best Mofest 2 2009 yang mewakili Region I. Konsep yan diusung Yamaha Crypton ‘98 simpel, tapi punya sejarah panjang. Sampai jadi peserta Mofest 2 2009, Jogja, sudah mengalami empat kali perubahan. Artinya, puncak perubahan ada di Mofest 2 ini.
“Saya berusaha untuk ada bagian yang handmade supaya motor tetap layak untuk dipakai. Enggak ada yang bermasalah saat dipakai,” beber Agung Iswanto, modifikator sekaligus pemilik Crypton dari Muntilan, Jogja.
Waktu ubahan pertama, Crypton tampil muda. Full bodi cover Vega ZR dipaksa masuk ke Crypton. Enggak bertahan, bodi Vega ZR diganti dengan bodi depan-belakang plus batok lampu Jupiter-Z.
Nah, giliran full set bodi depan-belakang Yamaha X1 menggantikan Jupiter-Z. Dari sini inovasi tanpa bergantung sama bodi yang sudah jadi dilakukan Agung. “Sempat bertahan lama, tapi kebesaran,” ujar Agung yang juga pemilik rumah modifikasi Endok Ceploek Muntilan (ECM).
Tapi, ada kelemahan pakai bodi X1. Bagian belakang jadi kelihatan gembung atau kegemukan. Padahal, basis dasar bodi tengah sampai belakang Crypton langsing. Di sinilah ECM bergerak untuk mendesain ulang buritan.
Keputusannya ya kudu bikin baru dengan mendesain baru buntut X1 spesial untuk Crypton. “Mesti bikin mal baru. Diusahakan dempulnya tipis supaya enggak bermasalah waktu dipasang,” jelas Agung yang 28 tahun itu.
Desain buntut tetap mengambil contoh punya X1 yang orisinal. Tapi, dimensi, terutama bagian samping kanan-kiri, dibuat langsing. “Hehehe, enggak tahunya kalau mau pas bodi belakang X1 yang sudah dirancang ulang harus modif rangka,” sosor Agung.
 Rangka yang dimaksud Agung subframe di bawah jok. Bentuk bagian rangka Crypton ada tekukan, sedangkan butuh bagian rangka tanpa tekukan. Berarti rangka diroll ulang untuk meluruskan semua lekukan itu.
Bagian rangka kelar digarap, tapi ada lagi trik supaya buntut X1 handmade bisa masuk dan pas dipasang. Dibikin dudukan berbentuk U terbalik dari pelat sebanyak dua unit. U terbalik tadi dipasang berbaris di bagian dalam untuk dudukan X1.
Untuk finishing, semua baut menggunakan baut L. "Finishing paling penting biar orang lain bisa enak melihatnya," cerita Agung.
DATA MODIFIKASI
Ban : Blackstone 90/80-17 Pelek depan : Enkei 2,15 Pelek belakang: 17 2,50 x 17 Cakram : AHRS Handgrip : Kitaco
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar