Selasa, 22 Desember 2009

RX z & RX king

Bro, ane mw
nanya ne,

Bisa gx RXking d jejali rasio/girboxs RXZ, biar gigi nya jd 6 prcepatan gtu loh..???
Klo bs apa za yg prlu d ubah..??

Tlg jwbany yaw!!!

Thanxz bro..

Kamis, 03 Desember 2009

:. YAMAHA FORCE 1 1992 (PONTIANAK)
Bebek Kokoh

246501-force1-gt--(16).jpgYamaha Force 1 ini pastinya sudah terlihat ketinggalan zaman. Dipertahankan standar, pastinya berkesan reyot dan enggak kokoh lagi. Itu jadi alasan utama Ferdy Yusmin saat memodifikasi. “Harus terlihat jauh lebih kokoh,” katanya.

Karena niatan tadi, maka langsung bikin bebek ini layaknya motor batangan. Tangki di depan plus suspensi monosok. "Jadi segar lagi, deh," kata Iyus, panggilan akrabnya.

Jelas terlihat dari desain baru rangka. "Pakai desain deltabox yang menggabungkan pipa bulat dan kotak. 246703-force1-gt--(3).jpgUkuran dan model disesuikan dimensi agar terlihat harmonis" lanjut pria kurus ini lagi.

Enggak hanya di ukuran, finishing bagian ini juga dibuat sesempurna mungkin. "Karena itu, pipa kotak yang banyak bekas lasnya ditutup lapisan fiber biar rapi," ungap Iyus.

Kita pakai arm standar Jupiter MX yang sudah diubah supaya match deltabox. Enggak sebatas kelir sama, tapi juga model yang seolah satu kesatuan. Ubahan arm ini bikin lebih macho.

Iyus juga bikin inovasi ringan di tangki depan. Kalau dibuka, tidak hanya tangki, tapi juga jadi boks bagasi. Memang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk jas hujan dan kunci-kunci.

KOMBINASI HONDA YAMAHA


246602-force1-gt--(3).jpgUrusan detail, Iyus begitu memperhatikan kelengkapan motor. Lihat aja keberadaan lampu depan, belakang, sein sampai spion. Semua ditata rapi. Faktor desain menjadi acuan utama, Karena itu doi enggak terlalu memikirkan sumber pilihan komponen motor. Asalkan pas dan enak dilihat, langsung diaplikasi.

Coba lihat lagi lampu depan. Desain yang rada supermoto itu disandingkan dengan head lamp Jupiter MX yang sudah dibuatkan batok baru. "Kalau kita bisa bikin batok yang pas, lampu MX ini jadi keren," katanya.

Lampu rem dan sein belakang juga lengkap. Di bagian ini juragan YZ Cuztom menggunakan komponen dari Honda Revo. "Itu karena desain lampu Revo sporty. Cocok dengan buntut yangj sexy juga. Motor adi tampak sexy juga sporty," kekeh pria dengan sedikit rambut ini.

Juga membuktikan bahwa part Honda dan Yamaha bisa saling menyempurnakan. Piss, Bro...

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 100/70-17
Ban belakang : Swallow 130/70-17
Pelek : Sprint
Cakram belakang : Satria 120
Knalpot : Custom
Setang : Ninja
YZ Custom : 0852-5224-2731

:. YAMAHA V-IXION 2007 (DEPOK)
Telanjang Lagi

2508hal2_vixion_endro1.jpgYamaha V-ixion dari pabriknya memang didesain telanjang dada. Upsch...! Maksudnya motor batangan ini tergolong tipe naked, makanya tidak dilengkapi fairing. “Tapi mesin terlalu kecil jadi kelihatan kedodoran,” ucap Aldi Wirya, pemilik V-ixion yang mesiasati kekurangan motornya dengan pasang fairing baru.

Ide ini langsung disambut Wardoyo, builder G2C. “Paling pas pakai model fairing milik Yamaha R125. 2509hal2_vixion_endro2.jpgSangat klop kalau dikawinkan sama bodi V-ixion, tidak terlalu besar,” ujar modifikator mangkal di kawasan Gandul, Cinere, Jakarta Selatan ini.

Kalau sudah pasang fairing yang menutupi seluruh bagian motor, jadi kuda besi kelihatan gagah. Makanya bengkel G2C yang spesialis bikin bodi pelat besi langsung merangkai. “Cuma untuk lampu depan aku pakai punya Honda Vario yang pemasangannya disiasati supaya mirip aslinya,” buka Aldi yang tinggal dikawasan Cinere juga.

2510hal2_vixion_endro3.jpg"Cari lampu aslinya sulit, Paling mendekati desain lampu depan Vario. Pasangnya juga nggak repot. Cuma tinggal bikin dudukan baru," jelas Wardoyo yang memang asli wong Jowo itu.

Karena spidometer masih mengandalkan bawaan pabrik, biar sip nempel di areal dasboard. Tentu dengan pemasangan yang harus disesuaikan. “Saya pasang pada dudukan fairing, agar lebih apik sekelilingnya ditutup pelat,” lanjut Wardoyo yang asli ketok pelat itu.2511hal2_vixion_endro4.jpg

Untuk mendukung bodi yang berubah gambot, kaki-kaki pastinya wajib dibikin kekar. Meskipun masih mengandalkan suspensi depan bawaan pabrik namun pemilihan pelek dan ban ganti berprofil lebar. Inilah ciri sebenarnya Wardoyo, selalu memanfaatkan suspensi standar yang dimaksimalisasi.

Makin sip setelah Wardoyo melakukan ‘operasi’ bedah lengan ayun standar. “Lengan ayun aslinya dilapis lagi dengan pelat meniru desain moge,” jelas pria asal Sragen, Jawa Tengah ini yang berusaha menyiasati agar kaki belakang terlihat makin kekar.

2512hal2_vixion(boks)_endro5.jpgPemilihan kelir warna dasar tetap berpatokan seperti yang tertera di BPKB yaitu hitam. "Tapi untuk striping, aku samakan dengan desain striping Yamaha R125," terang Aldi yang mengandalkan cutting sticker.

Terakhir, lantaran bodi sudah berubah alhasil footstep standar wajib diganti. Biar aroma tungganan sport sejati makin kental sandaran kaki depan mengandalkan footstep Honda CBR. "Kalau belakang aku pilih pakai Yamaha Jupiter MX yang modelnya keren punya itu," celotehnya lagi.

Nah, setelah pasang fairing gede yang dibuat dari pelat bikin bobot bertambah. Biar tarikan motor lebih responsip dapur pacu wajib dibenahi. Lantaran ogah repot sama sistem injeksi, Aldi hanya mengandalkan saluran buang alias knalpot racing. Pilihannya jatuh ke produk variasi Yoshimura.

BUNTUT TETAP MANIS

Sayang Aldi masih belum terima bila sasis belakang V-ixionnya dipotong. Ini dibutuhkan agar dudukan bodi menyerupai Yamaha R125. “Aku masih sayang karena motor hadiah ultah dari bokap,” buka pelajar salah satu SMU swasta ini. Makanya Wardoyo putar dan peras otak agar bodi belakang standar tetap oke meski masih pakai asli. “Hanya sepatbor pakai desain Yamaha R6 dipadu dengan lampu belakang variasi.”.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 110/70/17
Ban belakang : Swallow 130/70/17
Footstep depan : CBR150
Footstep depan : Jupiter MX
Lampu belakang : Variasi
Kaliper Belakang : Yamaha Vixion
G2C : (021) 4642-7753

. YAMAHA SCORPIO 2005 (JAKARTA)
Perkawinan Moge & Trail

2556scorpio-boyo-(1).jpgBicara tampilan supermoto, Yamaha Scorpio termasuk yang sering dijadikan bahan ubahan. Itu karena kapasitas mesin cukup besar cocok untuk modif trail aspal itu. Maklum saja untuk membuatnya gagah harus menggunakan sejumlah limbah motor besar atau trail, kalau mesin loyo bisa-bisa motor gak jalan tuh. Kan malu-maluin.2557scorpio-boyo--(2).jpg

"Sebab supermoto itu harus gagah, nah makanya lebih sip kalau menggunakan kaki-kaki dari motor besar," kata Yustinus Erwan Santoso dari Insan Motor yang punya kreasi kali ini. Tapi bukan berarti asal moge lho, sebab kalau hanya maksa ukuran besar motor malah terlihat aneh. Iyus, panggilan akrab Yustinus paham banget untuk mendapatkan bentuk harmonis dengan pilihan kaki sesuai.

2558scorpio-boyo--(3).jpg"Karena rangka Scorpio masih dipertahankan, maka untuk lengan ayun cukup pakai punya Suzuki GSX400, pas secara dimensi dan gampang di soal pemasangannya," ungkap builder asal Malang, Jawa Timur ini. Beda halnya jika membuat rangka baru berdimensi besar maka bisa menggunakan arm yang lebih besar juga.

Proses pemasangan juga sangat gampang. "Karena bagian depan lengan ayun ini lebarnya 23 cm, nyaris sama dengan aslinya Scorpio," tambah juragan bengkel di Jl. Swatantra V, No. 5, Jati Asih, Bekasi ini. Karena persamaan lebar tadi, maka mudah instalasinya. Hanya perlu mengganti bushing dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Tentu supaya kuat menahan arm yang pastinya lebih berat dibandingkan standar ini.2559scorpio-boyo--(4).jpg

Begitu juga saat pemilihan sok depan. Iyus merekomendasikan limbah KTM 250. "Sekali lagi faktor ukuran yang diperhatikan, jangan maksa deh prinsipnya," lanjut pria yang sekarang suka tampil botak ini. Pemilihan tepat karena ketika dipakai tetap menjadi nyaman, tidak terlalu berat."Itu karena saya kan suka turing jauh, makanya faktor handling minta jadi perhatian. Bukan hanya mengejar tampilan," kata Hendry Febrian si empunya motor.

2560scorpio-boyo--(5).jpgPria yang tergabung dalam Yamaha Scorpio Club Bekasi (YSCB) dengan nomor anggota 200 ini memang terkenal hobi jalan. Buktinya meski tinggal di Tangerang tapi gaulnya sampai ke zona Bekasi. Buat kopdar alias kopi darat aja jalan yang ditempuhnya sudah lumayan jauh, Bro.

Tapi gak percuma. Perkawinan kaki antara moge dan trail yang dilakukan Iyus berhasil dilakukan. Buktinya bisa memuaskan hasrat Hendry dalam mewujudkan sebuah KTM Supermoto.

DETAIL ORANYE2561scorpio-boyo--(6).jpg

Kelir oranye memang jadi semacam jati diri KTM. Begitu juga bagi Hendry yang memang keranjingan brand motor dari Austria ini. Tak hanya part bodi yang besar aja yang diberi warna cerah ini. Beberapa detail juga kena imbasnya.

Misalnya rangka, sebagian pelek dan rumah klakson. "Bagian kecil seperti klakson itu tetap diberi efek warna ini. Tujuannya biar terlihat kami juga memperhatikan sektor detail," kata pria berambut cepak ini.

Meski tersembunyi, tapi tetap bisa dilihat jelas.

DATA MODIFIKASI

Pelek depan : TK 3,25 x 17 inci
Ban depan : Battlax 120/70-17
Pelek belakang : TK 4,25 x 17 inci
Ban belakang : Battlax 150/70-17
Sok depan : KTM 250
Sok belakang : Suzuki GSX 400
Swing-arm : Suzuki GSX400
Setang : Fatbar
Bodi : Custom
Knalpot : Custom
Insan Motor : 0812-9737-900

. HONDA TIGER REVO 2008 (MAGETAN)
Penantian VTR 250

2604tiger-yudi--(1).jpgAris Yudha Budi Istiawan sudah lama menunggu kedatangan Honda VTR 250 yang menurut gosip bakal dijual pabrikan lokal. Enggak sabar nunggu akhirnya Honda Tiger Revo miliknya jadi korban.

Untungnya ada Abdul Aziz dari rumah modifikasi A1 Modified yang merealisasikan mimpinya punya Honda VTR. "Tenang pasti beres dan tampilan Tiger Revo berbeda dalam satu bulan,"ujar modifikator beralamat di Jl. Diponegoro, No.19, Selosari, Magetan.2605tiger-yudi--(2).jpg

Menurut Abdul Aziz, konsep Honda VTR 250 memang sangat cihuy! Naked bike yang desainnya benar-benar besutan turing. Cocok banget bila ubahan basicnya pakai Honda Tiger. “Tinggal kaki-kaki dipasang copotan limbah moge,” jelasnya.

Sedang buat bodi, ubahannya nggak terlalu sulit lantaran asalnya sama-sama motor telanjang. “Tangki asli Tiger didesain seperti VTR 250 ,” jelas Mas Dul sapaan akrabnya yang menambah lubang ventilasi di kedua sisi tangki agar aliran angin menuju ke mesin.

Untuk bodi belakang, konsepnya juga sama dengan buntut VTR. Tidak lancip melainkan membulat, untuk mencetaknya pakai bahan fiberglass. “Aku lagi jomblo, makanya jok dibikin single seater aja,” kekeh Yudha yang kabarnya baru ditinggal pergi kekasihnya ini.

2606tiger-yudi--(3).jpgBiar selaras dengan konsep VTR, pastinya di tambah rangka tubular. Mas Dul membuatnya dari bahan pipa besi. Hasilnya meskipun rangka cuma tempelan, motor ini jadi terlihat kokoh dan berotot.

Makin sip dan mirip VTR, Yudha berinisiatif untuk instal radiator milik Aprilia 125. “Memang nggak fungsi tapi bikin tampilan motor makin oke,” ungkap salah satu anggota Paskhas TNI AU yang bertugas di Lanud Iswahyudi, Madiun ini.

Kalau diamati ada sedikit perbedaan antara VTR dan Tiger Revo milik Yudha ini. Desain VTR dari pabriknya tak dilengkapi fairing bawah mesin. “Aku tambah di bawah mesin biar kelihatan lebih berisi,” tutup lajang yang mendambakan pasangan ini.

. Yamaha Mio 2008 (Purwokerto)
Layak Turun Mofest 2

2809mio-andika-1.jpgYamaha dengan MOTOR Plus kembali menggelar contezt modifikasi di 3 kota. Event bertitel Yamaha Mofest 2 itu digelar di Jogja (18-19/7), Bandung (25-25/7) dan Medan (15-16/8). Bagi Siswo Winoto, builder Purwokerto, dipastikan siap berkompetisi. Yamaha Mio garapannya layak turun di contezt yang hadiahnya tur ke Jepang itu.2810mio-andika-2.jpg

Brother yang buka gerai Win’s Paddock, Purwokerto, Jawa Tengah ini punya konsep andalan. Bordes alias tatakan kaki atau dek didesain unik. Bentuknya sama dengan bodi belakang motor dan dibikin sejajar dua di kanan dan kiri. Selain jadi dek, juga difungsikan sebagai airscoop.

2811mio-andika-3.jpgWiwin membuat dek dari bahan yang 2sama dengan bodi buritan, yaitu fiberglass. Karena bentuknya seperti itu, tentu tidak bisa dijadikan pijakan kaki seperti fungsi seharusnya. “Enggak boleh diinjak. Makanya, dibikin dudukan kaki alias footstep single yang modelnya rada unik khas balap,” tambah lajang kelahiran 1985 ini.

Anto, pemilik motor cukup puas dengan tampang itu. Manajer Rumah Makan Ayam Goreng Tantene yang beken di Purwokerto ini, memang mendambakan gaya skubek streetbike yang gahar dan nyentrik.

Kesan sangar dibangun dengan menonjolkan keku2812mio-andika-4.jpgatan frame dan tampilan dinamis. Menyesuaikan selera Anto yang demen banget sama yang namanya adu kebut, ciri racing look sedikit dikuatkan. Tidak banyak pernik yang nempel, lebih sporty dan simpel.

“Kalau bodinya besar tidak cocok. Sebab ciri racing look harus clean. Hanya komponen pendukung saja yang dipakai,” jelas Wiwin yang buka gerai di Jl. Sunan Ampel, No. 9, Purwokerto ini.

Makanya, Wiwin memilih desain mungil pada bentuk buntut dan tebeng depan. Pun kedok lampu dibikin lebih sipit dengan sambungan fiberglass lantas bodi dipotong biar terondol.

Rada puyeng saat memindahkan tangki. Sebab buntut pakai model kecil dan lancip macam buntut motor MotoGP. “Terpaksa tangki dipindahkan ke bagasi depan. Dibikin lagi dari fiberglass. Ya lumayan bisa muat 4 liter,” tandas Wiwin.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Comet 90/70-14
Ban belakang : Comet 110/70-14
Sok depan : Posh
Sok belakang : YSS
Pelek : Variasi
Lampu depan : Custom
Knalpot : Daytona
WP : 0815-4888-675

. Yamaha Scorpio 2004 (Pontianak)
Si Kaki Heboh

2796gt-1.jpgSektor kaki-kaki jadi fokus perhatian saat melihat Yamaha Scorpio dari Pontianak, Kalimantan Barat ini. Untuk lengan ayun aja menggunakan limbah Honda VFR 800. Pro arm ini merupakan lengan ayun tunggal berdimensi terbesar hingga saat ini.

"Sengaja saya pakaikan itu supaya tampilan menjadi sangat ekstrem. Apalagi pelek VFR juga sangat lebar," kata Agus Salim, pemilik sekaligus yang jadi builder. Untuk telapak pelek di roda belakang aja, lebar lingkar roda itu sudah mencapai 6 inci. Sedang depan 3,5 inci. Agar terlihat menyolok sebagai item yang paling dijagokan, maka palang pelek belakang diberi kelir merah. "Biar orang makin ngeh dengan adanya barang langka ini," bangga Agus.2797gt-2.jpg

Tentu saja untuk memasangnya ke rangka Scorpio tidaklah semudah membalikan telapak tangan. "Kesulitannya saat memasangkan bagian depan arm ke rangka. Lebar arm yang 29 cm jauh melebihi tempat yang bisa dijejalkan ke Scorpio, sehingga bagian rangka dibuat lebih ngangkang," lanjut ayah satu anak ini.

Jurus unik dilakukan dalam pemasangan sok belakang. Jika biasanya monosok itu berdiri atau vertikal, Agus membuatnya rebah dan diposisikan di bawah mesin. Monosok ini pakai punya Yamaha R1. "Hanya sekadar eksperimen yang pasti bikin penasaran orang," lanjut pria yang juga karyawan perusahaan kayu ini.

2798gt-3.jpg"Awalnya sempat ingin pakai sok VFR tapi terlalu panjang dan terlihat aneh," beber pemilik bengkel Sukses Motor yang bermarkas di Jl. Siam, No. 138, Pontianak ini. Selain masalah ukuran, milik R1 ini juga punya keunggulan di soal daya redam yang lebih empuk karena gas nitrogen.

Selain itu punya R1 ada beberapa tingkat penyetelan setinggan kekerasannya. Tapi saat monosok rebah ini baru dipakai jalan 6 km terjadi masalah serius. Pegangan bagian atas atau depan patah. "Untung gak celaka," kenang pria ramah ini.

Karena beban kerjanya terlalu berat, breket bagian depan sempat patah. "Untuk menahan kerjanya, braket depan itu harus menggunakan pipa padat, bukan kosong," lanjut pria yang juga aktif di komunitas Kawasaki Ninja, Pontianak ini. Awalnya doi hanya pakai pipa kosong biasa. Akhirnya digunakan besi padat ukuran 3/4 inci dan terbukti kuat dibawa jalan.

Sementara itu untuk kaki depan, Agus menggunakan sok depan komplet segitiga dan setang cabutan dari Suzuki Hayabusa 1.300. "Karena dimensi, selain itu bentuk setang juga sporty banget," lanjutnya. Dengan begitu diyakini bisa mengimbangi komponen yang serba besar di bagian kaki belakang tadi.2799gt-4.jpg

Pada bagian mesin tidak dilakukan ubahan berarti. Alasan pemasangan oil cooler yang cabutan dari Yamaha XJR lebih karena tujuan fashion semata. "Supaya bagian di sekitar mesin juga terlihat besar dan penuh," tambah pria yang juga pedege limbah moge ini.

Begitu juga halnya pemilihan karburator PWK 38 dari KTM 400. "Sebab jeroan mesin sendiri masih standar, jadi ya buat tampilan aja deh," kekehnya malu-malu.

Bodi pun enggak kalah heboh dengan airbrush lidah api dari Tomi Airbrush. Sedangkan jok single sitternya merupakan variasi Ninja 250R.

LAMPU MENGGODA

2800gt-5.jpgDi bagian kaki semuanya serba besar ditambah hebohnya airbrush api. Nah, untuk membuat bagian depan ada yang cukup menggoda, dipasang head lamp unik dengan menggunakan lampu LED. Modelnya sendiri mengambil inspirasi dari lampu variasi Suzuki Hayabusa.

"Ada sekitar 80 lampu LED yang ditanam di papan PCB, dengan tampilan begini bodi dan kaki sangar tapi matanya genit," cuap Agus.

Sinar dari lampu sebanyak itu diyakini sudah cukup untuk menembus malam. Begitu juga halnya untuk lampu belakang. Dengan desain sipit dan LED diyakini sudah cukup memberi tanda jika dilakukan pengereman. Sayang baik di depan maupun belakang enggak ditemukan lampu sein, jadi unsur safety ridingnya masih kurang bro!


DATA MODIFIKASI


Pelek : Honda VFR 800
Ban depan : Michelin 120/60-17
Ban belakang : Michelin 190/55-17
Sok depan : Suzuki Hayabusa 1300
Sok belakang : Yamaha R1
Setang : Suzuki Hayabusa 1300
Karburator : PWK 38
Oil cooler : Yamaha XJR
Silencer : Kawasaki ZX7
Single sitter : Kawasaki Ninja 250R
Sukses Motor : 0812-5757-222

HONDA TIGER REVO 2008 (NGAWI)
Efek Monosok Samping

2850tiger-yudi-1.jpgAda yang unik pada modifikasi kali ini. Terinspirasi dari Aprilia Shiver 750 yang jantan. “Rasanya cocok kalau Tiger dibuat seperti itu,” kata Abdul Aziz dari A1 Modified, Magetan, Jawa Timur beralasan.

Untuk mendapatkan seperti aslinya, Abdul berusaha semirip mungkin. Termasuk dalam penerapan monosok belakang yang posisinya di samping. Tentu saja desain seperti ini memberikan efek lanjutan yang banyak. "Harus sangat diperhatikan kekuatannya, baik soknya sendiri maupun si rangka," tambah Abdul menerangkan. Karena penempatan seperti ini dan hanya satu saja sok, Abdul takut patah. Jika asal, bisa patah sok atau rangkanya.2851tiger-yudi-2.jpg

"Untuk bagian bawah dipasang ke swing-arm sedang atas ke rangka," lanjut ayah dua anak ini. Jika mengandalkan rangka standar aja, builder yang lagi ke banjiran order ini nggak percaya. "Bisa-bisa rangka bengkok," katanya. Karena itulah di bagian ini perlu ada penguat.

"Ada semacam pipa tubular dari tengah sampai depan, itu bukan hanya buat tampilan tapi benar-benar berfungsi," beber pria bertubuh sedang ini. Pada konsep aslinya memang memiliki tampilan seperti ini.

Pipa tubular menggunakan material yang dari pipa diameter 1 inci. Sedangkan untuk monosoknya itu menggunakan limbah moge dari Suzuki GSX 750 yang pastinya untuk masalah kekuatan sudah bisa dipercaya.

2852tiger-yudi--3.jpgKarena bagian bawah monosok dipasang ke swing-arm, lengan ayun itu tentunya juga haruslah kuat. "Sebab itulah maka kami gunakan pelat yang cukup tebal. Lebih dari 1 mm dan bentuknya pelat kotak," lanjut pria yang buka bengkel di Jl. Diponegoro, No.19, Magetan, Jawa Timur ini. Sedang mengenai modelnya murni karya A1 Modified.

Memang hampir seluruh bagian motor ini full custom. Misalnya bodi yang full pelat 0,9 mm dari depan hingga belakang.

"Pelat yang saya pakai limbah kaleng thinner cat, mudah dibentuk dan ketebalnnya juga pas," tambah Mas Dul, panggilan akrabnya di seputaran Magetan. Karena namanya pelat limbah, tentu saja harganya menjadi lebih murah juga.2853tiger-yudi--4.jpg

Tak hanya seputaran bodi, upside down depan pun murni karya bengkel ini. "Di situ seninya, sampai asepdon pun kamui bikin. Enggak kayak bengkel lain," promonya berapi-api.

Untuk bikin asepdon karya wong Jawa Timur ini, hanya as bawah yang masih pakai punya Tiger. Sedangkan tabung, batang hingga segitiga sudah bikin sendiri alias handmade.

Tampak depan masih rada terganggu dengan jalur slang yang dibiarkan tidak beraturan. Jika rapi tentunya bakal jadi lebih sempurna.

ANTI PANAS

2854tiger-yudi-5.jpgKarena desain knalpot menjulang nyaris mendekati buntut boncenger maka perlu diperhatikan sektor keamanannya. Sebab jika kurang hati-hati bisa-bisa pantat anget atau malah kepanasan tuh. "Makanya knalpot kita beri lapisan pelindung dari panas supaya tetap aman dan nyaman," kata Abdul.

Desain ini memang sesuai dengan konsepnya, sedangkan pembuatannya full custom dari bengkel A1 Modified milik Abdul. "Materialnya menggunakan pelat 0.9 mm," tambahnya.

Bagian buntut tambah asyik dengan pemilihan lampu rem yang pas. "Padahal ini comot dari Honda New Supra Fit kok," bangga pria ramah ini. Memang tentunya dengan pemilihan model yang cocok maka tampak keseluruhan menjadi enak dilihat.

DATA MODIFIKASI

Pelek : Bembi
Ban depan : Deli Tire 110/70-17
Ban belakang : Battlax 160/70-17
Upside down : Custom
Sok belakang : Suzuki GSX 750
Lampu depan : Honda Revo
Lampu belakang : Honda New Supra Fit
Setang : HDS
Knalpot : Custom
Footstep : Custom

YAMAHA V-IXION 2007 (JAKARTA)
Tumben Detail

2840vixion-axl-1.jpgTauco Custom (TC) identik dengan finishing amburadul. Namun di V-ixion milik Iswantoro Adi ini, 7900tampilan yang disuguhkan begitu detail. Berlebihan? Rasanya tidak. Karena jika diperhatikan mulai bagian besar sampai kecil, ditemukan kesempurnaan pada sisi detail.

Suatu hal yang sebenarnya rada susah jika menggunakan material pelat dalam pembuatan bodi. Tak hanya itu, sejumlah inovasi baru juga dilakukan dalam proses pembuatannya. 2841vixion-axl-2.jpg

Pertama, perhatikan tangki. Pada motor sport, tentunya punya peranan penting."Dibuat dengan tingkat kesulitan tinggi. Di samping ada semacam airscoop. Sulit karena itu merupakan satu kesatuan dengan tangki, bukan tempelan," bangga Topo Goedhel Atmodjo, juragan TC yang menciptakan model ini.

2842vixion-axl-3.jpgKesulitannya saat menyeimbangkan antara bagian kiri dan kanan. "Kalau lepasan sih gampang, tapi ini kan enggak," katanya lagi.

Material yang digunakan tetap pelat galvanis 0.8 mm. Agar semakin memperlihatkan keseriusan dalam menggarap sisi detail, bagian ini diberi cat dengan teknik gradasi.
2843vixion-axl-4.jpg
Jurus baru lainnya dalam pembuatan buritan. Kalau selama ini knalpot hanya sebagai tambahan atau lepas dari bodi, kali ini saluran buang tadi merupakan bagian dari bodi. "Knalpot dibuat sebelum pembuatan bodi total. Beda dengan cara selama ini," kata modifikator yang lagi keranjingan Facebook ini.

Karena itulah, knalpot kemudian diberi semacam cover yang desainnya mengikuti bodi. "Jadi antara knalpot, cover dan behel mempunyai harmonisasi dalam segi desain," cuapnya modifikator nyentrik itu lagi.

Di bagian ini juga diperlihatkan bahwa konsep Aprilia Shiver 750 jadi acuan modifikasi. Lewat sejumlah inovasi dan detail yang rapi seperti ini, wajar kalau sekarang Iswantoro Adi si empunya motor pede bawa motor ini gaul ke cafe berkelas.

Lebih pede karena dari segi tampilan tidak kalah dengan Aprilia. "Hanya beda di mesin dan deltabox dari Shiver," jelas Adi yang warga Kedoya, Jakarta Barat ini sambil tersenyum puas.

2844vixion-axl-5.jpgGIR TIGER

Yamah V-ixion pakai gir standar ukuran 428. Jika masih dipertahankan jadi tidak harmonis lagi setelah aplikasi pelek dan ban besar. "Karena itu harus diganti gir yang juga besar. Pilihannya pakai punya Tiger yang ukuran 520," kata Topo yang merasa paling gaul sedunia itu.

Menurutnya, gir Tiger ini paling sip disandingkan dengan pelek Mito yang punya lebar 3,5 inci. Jadi lebih lebih harmonis, gir ini juga diberi cat sewarna bodi, merah. "Walau variasinya ada, upaya ini dirasa lebih menantang kreativitas," lanjut builder dari Jakarta Selatan ini.

Langkah serupa juga dilakukan pada bagian tengah disc depan dan belakang. Perhatian pada hal kecil, ini pas disebut superdetail.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Battlax 120/60-17
Ban belakang : Battlax 150/70-17
Sok belakang : Suzuki Satria FU 150
Spidometer : Koso RX2
Knalpot : Custom TC
TC : 0856-9156-7900

:. Bajaj Pulsar Dtsi 180 cc 2007 (Papua)
Dibangun Chopperis.....

2933pulsar-anton-1.jpgKita masuk ke hal penting dulu ya! Builder yang merombak Bajaj Pulsar DTSI 180 ini punya latar belakang kuat sebagai chopperis. Dia Ignatius ‘Hendra’ Bingky sebagai owners bengkel Carburator Springs (CS) Jakarta. Doi Harleymania sejati dan suka custom choppers nyeleneh.

Namun Bingky hanya sebagai Bang Mandor alias mengawasi. Soal pekerjaan modifikasi dilakukan Eko Yulianto, tim CS yang doyan chopper juga jap’s style dari kelompok Outsiders Jakarta. Ia dibantu dua koleganya, Misan dan Pe’i.

Nah, kenapa jadi penting? Pasalnya genre modif yang hadir bertolak belakang dengan latar belakang mereka. Yudi sebagai owner dari Papua, berisiko menyerahkan Bajaj Pulsar standar pabrik pada mereka dengan konsep streetfighter sejati. “Ini tantangan buat tim kami,” buka Eko yang asli Jogja ini.

Paling unik mereka tak punya pikiran memakai fibreglass untuk bodywork motor ini.”Pelat jauh lebih baik. Selain dimensi nggak akan berubah, pelat juga menjanjikan dempulan tipis dan lebih alami,” tegas Eko. Makanya ia lantas berdiskusi dengan ahli ketok bengkel CS yaitu Misan dan Pe’i untuk hal ini.2934pulsar-anton-3.jpg

Bisa dimaklumi juga jika mereka tetap memilih pelat sebagai bodywork. Latar belakang mereka yang modifikator chopper identik dengan pelat besi. Bukannya menggunakan fibreglass.

Proyekpun dimulai. Sebagai panduan untuk desain, mereka mencari dari beberapa referensi. Di antaranya lewat internet, Yudi nemuin gambar kecil motor konsep untuk Bajaj Pulsar TT 200 desain futuristik, sport dan semi naked.

Gambar dari internet itu desain atau konsep mentah menggunakan program Fotoshop. Gambar diambil dari beberapa moge. Kemudian disatukan dan dipadukan dengan mesin Pulsar. Hasilnya desain yang bagus.

2936pulsar-anton-5.jpgBingky dan Eko antusias melihat gambar dari internet itu. Pasalnya motor sport yang diinginkan pemilik tak melulu full dressed. Sasis tubular sengaja ditonjolkan dan fairing yang minimalis.”Agak mirip gaya chopper juga kan yang ogah ditutup-tutupi?” canda Eko. Iya deh...masih nyerempet choppers aja he..he..!

Eksekusi pengerjaan, pihak CS hanya menyisakan main frame Pulsar. Sub-frame direhab ulang untuk mengejar tampilan sport muscle sejati. “Menjadikannya monosok lewat bantuan lengan ayun NSR SP250 satu set lengkap berikut sok. “Agar lebih padat kami tak merancang desain undertail, tapi sistem knalpot samping dengan supertrapp. Aksentuasi desain knalpot ini juga bikin motor makin sip,” jelas tim CS.

Aroma naked juga kentara di areal backbone. Di sini CS memilih sasis tubular untuk mengesankan ‘otot’ yang penuh di sektor tengah. Kata mereka pipa ukuran 1 inci dianggap paling baik karena motor pun ada dalam katagori kapasitas menengah.

Dari desain dan konstruksi rangka, mereka berhitung, jangan sampai mesin ‘tertelan’ sasis jika memakai pipa kelewat besar. “Selain itu berlanjut ke desain tangki. Kami sengaja buat sendiri tangki dari pelat agar dimensi sesuai. Ukuran juga disesuaikan agar tidak menelan dapur pacu. Kan tidak harmonis jika mesin hilang dimakan tangki,” argumen Eko.

LAMPU VARIO VS ASLI2935pulsar-anton-4.jpg

Desain belakang dan depan dianggap sebagai kunci estetika motor sport ini. “Pilihan jatuh pada lampu Vario untuk depan dan aslinya Bajaj di belakang,” urai Eko. Sangat logis memilih standar pabrik untuk lampu belakang, pasalnya desainer aslinya memang mengejar bentukan futuristik sebagai ciri khas Bajaj yang paling diandalkan.

Mereka juga merancang sepatbor pendek agar karakter ban semakin kental. Sepatbor seperti ini membuat nuansa sport makin kentara. Ban yang berukuran lebar jadi makin kelihatan.

Untuk belakang, desain buntut ala MotoGP plus lampu belakang Pulsar membuat konturnya elegan. Apalagi dipadu sepatbor yang juga memberikan nuansa sport.

Terakhir, mereka merancang tebeng bawah yang punya dua fungsi. Penahan benturan mesin juga estetika. Yang agak mengganggu hanya di cover depan bagian bawah. Idealnya mereka sedikit menutupinya agar kabel-kabel tak begitu kentara.

But generally...customized ini sakses!

DATA MODIFIKASI

Footstep : Suzuki Satria
Sein belakang : Variasi
Tutup tangki : Kawasaki Ninja
Cat : Merah Danagloss

:. Suzuki Thunder 125 2005 (Pontianak)
Ponti Style

2940thunder-gt-1.jpgPilihan modifikasi yang mengarah ke virus supermoto memang masih up to date. Banyak yang ambil inspirasi dari KTM, Ducati atau lainnya. Tapi tidak bagi Novian Bayu from Pontianak. Suzuki Thunder 125 miliknya bergaya supermoto murni dari ide warga Kota Pisang Goreng itu.

Jika diperhatikan, hampir seluruh bagian bodi motor sudah dirombak. Material Styleyang dipergunakan fiberglass untuk bodi. Namun karena sudah full custom itulah Bayu 29413thunder-gt-2.jpgmenerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengerjaan. "Sebab pernah patah dan jadinya berantakan di tahap awal," kata Bayu buka pembicaraan.

Bagian yang patah tadi persisnya di lengan ayun, tepat di dudukan monosok. "Saat itu masih pakai swing-arm standar hanya pindahin sok aja. Mungkin saya salah dalam desainnya," cuap pria yang baru wisuda sarjana hukum ini.

29422thunder-gt-3.jpgMemang jika proses pembuatan dudukan kurang pas, risikonya sangat tinggi. Karena ngeri kejadian pahit tadi terulang, Bayu dan Ibas sang modifikator dari Ibas Perfomance (IP), Pontianak ini menggunakan lengan ayun yang aslinya sudah monosok.

"Comot swing-arm Suzuki Satria FU 150. Tentu saja kalau sudah pakai arm Satria nggak perlu lagi pusing masalah monosok karena aslinya sudah suspensi tunggal," timpal Ibas yang punya bengkel di Jl. Sutomo, No. 2, Pontianak ini.

Tapi begitu pasang di motor terlihat sangat aneh. "Itu karena lengan ayun Satria tadi lebih panjang dibanding punya Thunder. Maka di bagian depan lengan ayun sedikit dipotong untuk mendapatkan jarak sumbu roda yang enak dilihat," tambah lajang 21 tahun ini.2943thunder-gt-4.jpg

Agar terlihat lebih gagah lagi, arm tadi masih dibungkus kondom fiber lagi. "Dengan begitu tampilannya jadi macho sesuai tema," tambahnya berapi-api.

Begitu juga halnya dengan pembuatan tangki. Karena takut salah, makanya Bayu pilih cara gampang. "Kami pakai saja langsung tangki milik trail Diablo. Lebih cepat dan praktis di soal pengerjaan," tutup pria yang sekarang lagi cari kuliah untuk gelar S2-nya.

SERBA RUNCING

Coba perhatikan bagian bodi Thunder supermoto ini, pastilah kesannya serba runcing yang didapat. Mulai dari sepatbor depan, cover lampu depan, bodi samping hingga buntut. "Hal itu untuk mengejar tampilan sporty," kata Bayu menjelaskan alasannya desain seperti ini.

Sah-sah saja dengan maksud ubahan seperti itu, tidak ada yang salah. Tapi sepertinya ada yang terlewatkan oleh Bayu dalam proses pembuatannya, yaitu harmonisasi. Khususnya pada desain sepatbor depan dan cover lampunya.

Dengan bentuk ujung sepatbor yang runcing, harusnya diseimbangkan dengan bagian ujung lainnya. Tapi kali ini malah terlihat satu sisi tajam, sedang bagian ujung lainnya bengkak. Begitu juga cover head lamp yang terlihat fibernya, begitu tebal. Menggangu harmonisasi bro!

DATA MODIFIKASI

Pelek : Sprint
Ban depan : FDR 90/80-17
Ban belakang : Swallow 130/80-17
Knalpot : Custom
Lampu depan : Yamaha Force 1
Jok : Diablo

:. Yamaha Crypton 1998 (Muntilan)
Hasil 4 Kali Perubahan

2981hal02_mofest1.jpgIni dia The Best Mofest 2 2009 yang mewakili Region I. Konsep yan diusung Yamaha Crypton ‘98 simpel, tapi punya sejarah panjang. Sampai jadi peserta Mofest 2 2009, Jogja, sudah mengalami empat kali perubahan. Artinya,2982hal02_mofest2.jpg puncak perubahan ada di Mofest 2 ini.

“Saya berusaha untuk ada bagian yang handmade supaya motor tetap layak untuk dipakai. Enggak ada yang bermasalah saat dipakai,” beber Agung Iswanto, modifikator sekaligus pemilik Crypton dari Muntilan, Jogja.

Waktu ubahan pertama, Crypton tampil muda. Full bodi cover Vega ZR dipaksa masuk ke Crypton. Enggak bertahan, bodi Vega ZR diganti dengan bodi depan-belakang plus batok lampu Jupiter-Z.

2983hal02_mofest3.jpgNah, giliran full set bodi depan-belakang Yamaha X1 menggantikan Jupiter-Z. Dari sini inovasi tanpa bergantung sama bodi yang sudah jadi dilakukan Agung. “Sempat bertahan lama, tapi kebesaran,” ujar Agung yang juga pemilik rumah modifikasi Endok Ceploek Muntilan (ECM).2984hal02_mofest4.jpg

Tapi, ada kelemahan pakai bodi X1. Bagian belakang jadi kelihatan gembung atau kegemukan. Padahal, basis dasar bodi tengah sampai belakang Crypton langsing. Di sinilah ECM bergerak untuk mendesain ulang buritan.

Keputusannya ya kudu bikin baru dengan mendesain baru buntut X1 spesial untuk Crypton. “Mesti bikin mal baru. Diusahakan dempulnya tipis supaya enggak bermasalah waktu dipasang,” jelas Agung yang 28 tahun itu.

2985hal02_mofest5.jpgDesain buntut tetap mengambil contoh punya X1 yang orisinal. Tapi, dimensi, terutama bagian samping kanan-kiri, dibuat langsing. “Hehehe, enggak tahunya kalau mau pas bodi belakang X1 yang sudah dirancang ulang harus modif rangka,” sosor Agung.
2986hal02_mofest6.jpg
Rangka yang dimaksud Agung subframe di bawah jok. Bentuk bagian rangka Crypton ada tekukan, sedangkan butuh bagian rangka tanpa tekukan. Berarti rangka diroll ulang untuk meluruskan semua lekukan itu.

Bagian rangka kelar digarap, tapi ada lagi trik supaya buntut X1 handmade bisa masuk dan pas dipasang. Dibikin dudukan berbentuk U terbalik dari pelat sebanyak dua unit. U terbalik tadi dipasang berbaris di bagian dalam untuk dudukan X1.

Untuk finishing, semua baut menggunakan baut L. "Finishing paling penting biar orang lain bisa enak melihatnya," cerita Agung.

DATA MODIFIKASI

Ban : Blackstone 90/80-17
Pelek depan : Enkei 2,15
Pelek belakang: 17 2,50 x 17
Cakram : AHRS
Handgrip : Kitaco